Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018





Mazmur 103:1-22 : TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

Seorang fotografer bernama David Crocket dari KOMOTV Seattle mengetahui bahwa gunung yang kokoh pun dapat goyah. Pada tanggal 18 Mei 1980, ia tengah berada di kaki Gunung St. Helens yang menjulang tinggi ketika gunung itu meletus.
Setelah sepuluh jam berada di situ, ia hampir terkubur reruntuhan batuan. Ketika keadaan sudah cerah, seorang pilot helikopter melihatnya. Ia diselamatkan secara dramatis dan diterbangkan ke rumah sakit.

Ketika menulis tentang pengalamannya yang mengerikan tersebut, ia berkata demikian, "Selama sepuluh jam itu saya melihat sebuah gunung runtuh. Saya melihat hutan menjadi lenyap.... Saya melihat bahwa Allah adalah satu-satunya Pribadi yang tidak dapat goyah....
Entah bagaimana saya merasa bahwa saya diizinkan untuk memulai dari awal apa pun yang dirancangkan-Nya untuk saya."

Tidak ada sesuatu pun di dunia ini, tidak juga sebuah gunung, yang benar-benar tidak dapat hancur.
Hanya Allah yang benar-benar tidak dapat berubah Dia kekal "selamanya"

Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia tidak pernah 1 detik pun lepas penjagaannya atas kita...Dan Kasih Nya tidak pernah berubah, dari dulu, sekarang dan sampai selama - lamanya..

Have a blessed day...

Senin, 30 Oktober 2017


Yohanes 10:1-18 
Jika semua dombanya telah dibawanya keluar, Ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti Dia, karena mereka mengenal suaraNya (Yohanes 10:4)

Ada sebuah kisah di tahun 2001, ketika sebuah pesawat yang dibajak menghantam gedung Pentagon pada tanggal 11 September 2001, banyak orang terjebak di dalam gumpalan asap yang tebal dan pekat di dalam gedung tersebut. Petugas polisi Isaac Hoopi berlari ke dalam gedung yang penuh asap itu untuk mencari orang-orang yang selamat, dan mendengar orang-orang berseru minta tolong. Ia pun mulai balas berteriak tanpa henti, "Berjalanlah ke arah suara saya! Berjalanlah ke arah suara saya!"

Enam orang yang telah kehilangan arah dalam lorong yang penuh asap itu, mendengar teriakan polisi tersebut dan mengikutinya. Suara Hoopi menuntun mereka semua keluar dari gedung itu dengan selamat.

"Berjalanlah ke arah suara saya!" Ajakan itu jugalah yang Yesus selalu berikan kepada kita semua saat kita berada dalam bahaya atau saat kita tersesat. Yesus adalah Gembala yang sejati, yang mengenal  dan memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya keluar. Jika semua dombanya telah dibawanya keluar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya" (Yohanes 10:3,4).

Persoalannya adalah apakah kita mau mendengarkan suara Yesus saat  Dia mengajak kita untuk berdoa dan membaca Alkitab? Saat kita berada dalam situasi yang sulit, apakah kita berjalan menuju pada-Nya ataukah kita lebih memilih untuk meraba-raba dalam gelap?

Yesus adalah "Gembala yang baik" (ayat 11). Saat kita membutuhkan tuntunan atau perlindungan, Dia memanggil kita untuk mendengarkan suara-Nya dan mengikuti Dia

--David McCasland



God bless you and me..

Senin, 10 Juli 2017


 
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105)

Harry A. Ironside (1876-1951) adalah salah seorang pengajar Alkitab yang paling berhasil dan paling disukai pada awal abad ke-20. Menurut penuturan teman dekatnya, Ironside selalu memulai setiap harinya dengan mendalami Alkitab dan berdoa. Ia menyebut waktu itu sebagai "kesiagaannya di pagi hari" dan merupakan bagian terpenting dalam setiap harinya.
Suatu hari, ketika Ironside sedang mengajar di sebuah seminari, seorang murid menghampirinya dan berkata, "Dr. Ironside, saya tahu Anda selalu bangun pagi untuk membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari."

"Oh, saya telah melakukannya sejak menjadi orang kristiani," jawabnya.
"Bagaimana Anda dapat terus melakukannya?" tanya si murid. "Apakah Anda berdoa untuk hal itu?"
"Tidak," kata Ironside. "Saya hanya selalu bangun pagi."
Ironside tahu bahwa kehidupan rohaninya bergantung pada waktu khusus yang ia luangkan untuk mempelajari firman Allah. Ia tak perlu bertanya kepada Allah apakah ia mesti melakukannya, atau meminta hasrat dari-Nya untuk melakukan hal itu. Ia sadar bahwa disiplin ini adalah kebutuhan mutlaknya agar dapat mengembangkan kehidupan rohani dan pengaruhnya kepada orang lain. Ia tak dapat hidup jika tak melakukannya.

Pemazmur menulis, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Sadarkah kita bahwa kita sangat memerlukan terang firman Allah setiap hari? Adakah kita mengembangkan kebiasaan membaca Alkitab secara teratur?

BUKALAH ALKITAB DENGAN DOA,
BACALAH DENGAN SAKSAMA,
TAATILAH DENGAN SUKACITA

God bless Us....                   

Selasa, 09 Mei 2017



Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebagai orang kristen ketika kita ditanya apakah kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka pasti kita akan menjawab dengan mantap “Ya, tentu saja saya percaya”.

Dalam Yohanes 3:16 dikatakan “......supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa....” pada nats ini, dikatakan “orang percaya” bicara mengenai percaya, maka bukan mengenai agama kristen yang sudah kita yakini sejak lahir maka kita disebut sebagai orang percaya atau keyakinan bahwa kalau kita kristen dan cukup percaya dalam pengakuan saja maka ini yang disebut sebagai percaya kepada Tuhan Yesus.

Percaya disini bicara mengenai iman bahwa Tuhan Yesus adalah Jalan kebenaran dan hidup, tidak ada nama lain dikolong langit ini yang sanggup menyelamatkan hanya Tuhan Yesus saja. Sehingga hidup kita sebagai orang percaya adalah hidup yang tidak melakukan dosa lagi, sebab upah dosa adalah maut atau kebinasaan. Tetapi hidup kita adalah hidup karena percaya sehingga setiap kita yang percaya kepada Tuhan memperoleh hidup yang kekal di Sorga nanti.

Percaya artinya beriman bahwa Tuhan Yesus satu-satunya Tuhan

Percaya artinya tidak melakukan dosa lagi


Kami Tim ADA JAWABAN siap untuk mendoakan Saudara, jika Saudara membutuhkan layanan/dukungan doa dari kami silahkan menghubungi kami di nomor 0888 0850 5162/ 0813 8028 3086

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 03 Mei 2017



  “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?”
Yakobus 2 : 14


Seorang Ayah sedang mendayung perahu bersama dengan anak. Anak itu melihat ada tulisan pada dayung yang dipakai itu, di satu dayung terukir tulisan "Iman" dan dayung lainnya tertulis "Perbuatan".
Anak itupun bertanya maksud dari tulisan-tulisan itu. "Dayung ini harus digunakan bersama-sama, jika hanya satu dayung saja yang digunakan untuk mendayung sementara yang satu lagi tidak, maka yang terjadi perahu hanya berputar-putar saja dan tidak akan sampai ke tempat tujuan.

Namun ketika kedua dayung digunakan bersama-sama, maka perahu itu dapat berlayar dengan cepat," jelas Ayah itu kepada Anaknya.

"Satu dayung saja bekerja sementara dayung yang lain, maka tidak akan membawa Anda sampai ke tempat tujuan, sama hal nya dengan Iman dan Perbuatan, jika tidak digunakan bersama-sama maka tidak akan menghasilkan kemajuan."

Tuhan menuntut sebuah ketaatan dan kerja keras kita untuk membuktikan iman kita. Seperti iman Abraham kepada Allah, dia rela mempersembahkan anak satu-satunya kepada Allah. Itulah iman yang benar. Jadi jangan hanya berpendapat bahwa iman hanya sekedar percaya saja, tetapi Allah butuh tindakan nyata kita karena iman tanpa perbuatan hakikatnya adalah mati.

Have a blessed day...

Gbu..

Rabu, 12 April 2017


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Suatu hari ketika hendak menyeberang, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai.
Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun kebawah untuk berdoa.
Doanya sangat sederhana: "Tuhan, Engkau tahu hambaMu harus menyeberang untuk,
menjalankan tugas, Engkau tahu hambaMu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai."
Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang.
Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.

George Muller (1805-1898) adalah seorang misionaris kristen dan kepala dari sebuah rumah yatim piatu di Bristol Inggris. Selama hidupnya ia mengasuh 10,024 anak yatim piatu.
Tidak hanya dikenal karena menyediakan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak asuhannya,
tetapi juga karena ia telah meninggalkan teladan iman yang bergantung penuh pada pemeliharaan Allah. Hal ini nampak dari cara kerja dan kehidupan pribadinya.

Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan.
Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh. 

Have a Blessed Day....

Senin, 03 April 2017


Yohanes 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;



Sebagai orang yang telah ditebus dari dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib. Maka hidup kita tidak sama lagi dengan kehidupan manusia lama yang penuh dengan dosa dan kegagalan.
Setiap orang yang sudah menerima pengampunan, akan berjalan dalam keselamatan yang sudah diterimanya. Mengerjakan hidup sebagai orang percaya yang berjalan dalam iman kepada Tuhan Yesus dan imannya yang menuntun kepada rencana Tuhan yang sesungguhnya. Sebab rancangan Tuhan kepada setiap orang tidak hanya sampai kepada ketika hidupnya ditebus saja dan menerima pengampunan tetapi rencana Tuhan adalah manusia sampai kepada kehidupan kekal bersama dengan Tuhan di Sorga.



Orang percaya akan berjalan dari hari ke hari sebagai orang yang hidup dalam iman dan bergerak dalam iman, tidak berhenti ketika sudah menerima keselamatan.
Hari yang dijalani hari ini tidak sama dengan hari kemarin yang sudah berlalu, Senin sampai minggu akan bertemu kembali dengan hari yang sama pada minggu depan tetapi waktu terus berjalan dan tidak bisa kembali.
Hari senin seperti hari ini pernah kita jalani pada minggu lalu tetapi senin yang lalu tidak bisa kembali  keberhasilan, kegagalan, kelemahan, kekurangan dan lain-lain yang dialami minggu lalu tidak bisa diubah sekalipun bertemu dengan hari yang sama.
Waktu tidak bisa kembali, gunakan waktu yang Tuhan berikan untuk membuat kita menjadi lebih dewasa dalam iman kita, bergerak terus dan bertumbuh seiring waktu yang berjalan. Kalau kemarin sudah banyak yang dilewati, maka buat hari ini yang Tuhan berikan menjadi waktu-waktu yang berharga, waktu yang dijalani untuk melakukan kehendak Tuhan, waktu untuk hidup dalam rencana Tuhan, waktu untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Saudara sudah diberikan kuasa menjadi anak-anak Allah, anak Allah yang maha kuasa, Pencipta langit dan bumi maka seperti Tuhan melakukan pekerjaan besar ketika ada di bumi, maka sebagai anak Allah kita pun melakukan pekerjaan Allah bahkan dikatakan yang lebih besar.

Apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan sebagai anak Allah yang memiliki kuasa di bumi?
Matius 28:19-20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah  mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah   mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Yesaya 61:1
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Ketika saudara sudah menjadi anak Allah, maka kehendak Allah adalah untuk kembali kita menjadikan semua orang menjadi murid Kristus. Mengajarkan mereka melakukan kehendak Tuhan. Menjadikan orang lain anak-anak Allah juga seperti kita, masuk dalam rencana Tuhan sebab banyak jiwa yang meran, tertawan dan tidak bergembala seperti kita yang  terdahulu dan sekarang saatnya kita memberikan keselamatan yang sudah kita terima dengan cuma-cuma kepada orang lain.

Tuhan Yesus memberkati.

Recent Post

Layanan Doa

WhatsApp: Call Center : 0819 0707 9179

Event

Diberdayakan oleh Blogger.

Gallery

ada jawaban

VIDEO