Baca: Kolose 1:24-29
“Aku telah menjadi pelayan
jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk
meneruskan firmanNya dengan sepenuhnya kepada kamu,” Kolose 1:25
Setiap perintah atau tugas
yang kita terima pasti dapat kita kerjakan karena di dalam kita ada kuasa yang
terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Intim dengan Tuhan adalah kunci untuk hidup
kudus. Pemazmur berkata, “Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,
dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka.” (Mazmur 25:14).
Di zaman Perjanjian Lama
Tuhan menyatakan kehendakNya kepada orang yang Ia percayai yaitu para nabiNya.
Nabi adalah orang yang dipakai Tuhan menyampaikan isi hatiNya. Mengapa seorang
nabi bisa dipercaya sebagai ‘penyambung lidah’ Tuhan? Karena mereka senantiasa
menjaga hubungan yang karib dengan Tuhan, sehingga mereka sangat peka akan
suaraNya. Ketika kita mendisiplinkan diri membangun keintiman dengan Tuhan kita
sedang melatih kepekaan mendengarkan suaraNya. Melalui Roh Kudus Ia
mengingatkan, menegur dan mengarahkan kita ketika jalan kita mulai serong.
Tuhan mempercayakan sesuatu
kepada orang yang aktif, tekun dan setia, bukan kepada yang pasif dan
bermalas-malasan. Untuk menjadi orang kepercayaan Tuhan ada harga yang harus
kita bayar! Rasul Paulus berkata, “...aku melatih tubuhku dan menguasainya
seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku
sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27). Paulus melatih dan mendisiplinkan hidupnya
agar ia bisa menjadi teladan bagi orang lain, sama seperti seorang atlit yang
tiada hari tanpa berlatih dan bekerja keras. Practice makes perfect! Tanpa mau
berjerih lelah mustahil kita memperoleh hasil maksimal.
Bagaimana Tuhan akan
mempercayakan sesuatu pada kita, bila kita malas membaca, merenungkan dan
mempraktekkan firmanNya, malas terlibat pelayanan dan tidak mau mengembangkan talenta
yang ada? Ingat, setiap talenta yang ada di dalam diri orang percaya harus
dikembangkan, bila tidak, ada konsekuensi yang harus kita tanggung (baca Matius
25:26-30). Jadi kita harus berani menolak semua jenis kopromi terhadap dosa
supaya hidup kita bisa menjadi teladan.
Semakin hidup kita menjadi
teladan, semakin besar pula kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita.


0 comments:
Posting Komentar